0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Pin It Share 0 Google+ 0 Reddit 0 0 Flares ×

Sebelum mulai nulis tentang dunia per-skincare-an, rasanya aku perlu “curhat” sedikit tentang my skin journey, gimana dari yang tadinya mulus-mulus aja tanpa masalah sampe jadi breakout parah dan balik jadi (agak) mulus lagi. So, here goes..

Processed with VSCO with hb1 preset

Sejak masuk usia remaja, aku sudah mulai diajari Mami untuk merawat wajah. Waktu itu, sih cuma diajarin yang basic-basic doang, like cleansing, moisturizing and sunblock. Selain itu aku juga sudah mulai rutin facial sebulan sekali. Namanya anak ABG belum terlalu ngerti skincare jadi iya-iya aja waktu diajakin Mami ke dokter kulit, produk-produknya juga masih yang berdasarkan resep dokter. Kulit wajah aku termasuk yang gak bermasalah, super jarang jerawatan, ga oily, dan ga kering. Pokoknya anteng banget, deh. Tapiiiiii, itu duluuuuu banget *cry*.

Until one day when I was in uni, kulit aku tiba-tiba jadi kering sampai ngeletek, plus jadi super sensitive. Mami akhirnya suggest aku untuk stop pemakaian krim dokter karena takutnya formulanya terlalu keras untuk kulitku. Again, karena ga terlalu ngerti aku iya-iya aja dan mulailah aku pakai produk skincare dari The Body Shop. Semenjak itu kulit aku mulai membaik.

But it doesn’t stop there. Semenjak mulai bekerja, around 2 years ago, kulitku mulai break-out parah terutama di area forehead. Aku ga ngerti kenapa tiba-tiba bisa jadi jerawatan parah kaya gitu soalnya aku sama sekali ga mengganti produk perawatan wajah saat itu. Cleansing pun sudah aku lakukan dengan rutin, bahkan sudah double cleansing, lho walaupun waktu itu belum ngerti tentang step skincare itu. By that time my skincare routine consist of milk cleanser yang biasa aku beli di supermarket beserta tonernya dan facial wash, moisturizer, dan sunscreen dari TBS. Tapi hasilnya nihil, altough at some point, setelah aku coba varian Tea Tree dari TBS, the breakout got slightly better tapi muka aku tetap ga semulus dan se-clear dulu.

Ketika aku pindah ke UK, aku masih tetap menjalankan skincare routine aku kaya sebelumnya. But miraculously, after several weeks kulit aku jadi mulusan. Trus aku jadi mikir apa karena airnya bagusan (apa, deh! haha) atau aku cocok sama iklimnya. Selama di UK aku jarang punya masalah jerawat tapi karena iklimnya yang dingin dan kering kulit aku mulai terasa dehydrated. I know! Ga kelar-kelar masalah kulitnya *sobs*

Aku yang awalnya ga mau coba-coba produk skincare lain let alone pake step-step skincare yang naudzubillah banyaknya, akhirnya nyerah. Capek dengan kulit yang masalahnya ga kelar-kelar akhirnya aku mulai cari-cari tau tentang step-step skincare yang baik dan benar, baca review-review product dari beauty blogger dan lain-lain. Until I’ve come to conclusion kalo ternyata aku masih sangat awam banget dengan dunia per-skincare-an. One thing, I had done right cuma double cleansing doang. Milih product masih suka asal dan ga merhatiin ingredientsnya, neglect exfoliation, dan masih suka males pake sunscreen. No wonder I keep getting skin problems *cry*

Lesson learned

1. The Importance of Suncreen

I’d say that sunscreen is the most important step of your skincare routine. Soalnya UV exposure itu harmful banget untuk kulit wajah karena mengandung radikal bebas yang bisa menyebabkan uneven skintone, premature aging, dan kanker kulit lho! So don’t neglect this step dan jangan juga cuma mengandalkan SPF yang kadang termasuk di moisturizer atau BB cream. Akan lebih bagus kalau pakai produk yang memang khusus bekerja sebagai skincare instead of 2 in 1 product.

2. Pentingnya Skincare Routine yang Konsisten

Sebelumnya aku pakai produk-produk skincare cuma karena sudah kebiasaan aja dan ga pernah bener-bener merhatiin step-step yang bener gimana, produk yang cocok untuk kulit aku yang gimana, dan ga ngerasa perlu-perlu amat untuk keluarin uang banyak untuk skincare. Tapi sejak capek bermasalah sama kulit wajah aku jadi lebih concern sama skincare routine dan produk yang aku pake.

3. Avoid Alcohol

Yang aku maksud disini bukan minuman beralkohol, although it can also do harm to your skin in the longterm, but I’m talking about kandungan alkohol dalam skincare. Setelah lebih ngerti tentang skincare aku baru ngerti ternyata jerawatan parah yang aku alami 2 tahun lalu itu karena aku pake toner yang kandungan alkoholnya cukup kuat, among other things, sih but still alkohol punya andil yang besar. Apalagi untuk yang kulitnya cenderung sensitif dan kering, sebisa mungkin hindari produk yang bahannya mengandung alkohol. Soalnya alkohol cenderung membuat kulit jadi lebih kering, nah kalau kulit terlalu kering ini bisa memicu produksi sebum yang mengakibatkan jerawat.

So, there’s that. Memang sih, all this skincare hype requires a lot of investment in terms of money–karena jenis skincare products yang dipakai cukup banyak dan kadang harganya lumayan– and time–karena skincare routine yang baik consists of several steps dan perlu ada rentang waktu antara step satu dengan step yang lainnya. This could be overwhelming at first but I see it as an investment. Karena skin goals aku adalah pengen punya kulit wajah yang cerah (bukan putih!), bersih, dan tetap kencang meskipun sudah berumur nanti, jadi ya disabar-sabarin aja dengan semua prosesnya. Lama-lama bahkan aku jadi menikmati every step of my skincare routine, baca-baca review produk, coba-coba produk, dll.

On my next post I’d share my current skincare routine, both morning and evening. So, make sure to come back 😉

Xx.

0 Flares Twitter 0 Facebook 0 Pin It Share 0 Google+ 0 Reddit 0 0 Flares ×