Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask Review

1 Flares Twitter 0 Facebook 0 Pin It Share 1 Google+ 0 Reddit 0 1 Flares ×

Hello loveliest! Sorry I’ve been MIA for quite some time, life got in the way again LOL. Aku udah lama banget janjiin untuk ngepost review produk ini di IG dan maaf banget baru kesampean. But better late than never, bukan? Hehe. Untuk review kali ini aku akan nulis tentang produk masker dari Kiehl’s, yaitu Turmeric and Cranberry Seed Energizing Radiance Masque. I came across this product waktu pertama kali pindah ke Jakarta. Jadi, waktu pertama pindah, kulit aku tuh langsung acting up banget, dari yang awalnya udah mulai baik-baik aja jadi kusam dan dehydrated parah. Gak tau karena stress from moving atau penyesuaian sama lingkungan baru atau emang karena polusi Jakarta yang parah banget. Pokoknya kulit wajah aku jadi jelek parah sampai ga pede sama sekali pergi tanpa foundation.

Dari situ aku mulai cari-cari produk yang bisa betulin kulit wajah aku. Selama itu juga aku ga berani bereksperimen macem-macem dulu dengan produk skincare yang lain. Pokoknya pake yang basic aja deh. Cleanser, Toner, Moisturizer, dan Sunscreen. That’s it. Tapi tetep segitu-gitu aja, no improvement. Setelah mikir-mikir kayanya better coba pakai masker berhubung dehydrated parah dan moisturizer juga udah ga mempan. Selain itu karena kusam banget I thought I need some kind of mud mask yang bisa bener-bener ngangkat sel-sel kulit mati dan polusi yang nempel. Sayangnya waktu itu Aesop Pasley Seed Cleaning Mask punyaku habis (tersedih), mau beli lagi, mahal. Sempet ngelirik Glam Glow tapi berhubung drying banget kayanya kurang cocok untuk kondisi kulitku saat itu.

Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask

Thankfully I consulted my skin sister yang juga sempet ngalamin hal serupa. Dia nyaranin aku untuk coba produk Kiehl’s ini. Awalnya agak ragu, soalnya produk Kiehl’s kan termasuk mahal, ya. Takutnya udah mahal malah ga efektif. Untungnya nemu sample sizenya untuk nyoba. Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask ini merupakan salah satu varian masker dari Kiehl’s yang berupa clay mask. Sebenarnya kalo mau tackle masalah polusi ada satu varian lagi yang lebih sesuai, yaitu varian Cilantro & Orange Extract Polutant. Aku sudah coba juga dan mungkin reviewnya menyusul because SPOILER ALERT, I prefer the Turmeric one. Bahkan aku akhirnya beli yang full size saking sukanya.

Ingredients

Aqua / Water, Kaolin, Sorbitol, Bentonite, Butylene Glycol, Silica, Ci 77891 / Titanium Dioxide, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Seed, Pentylene Glycol, 1, 2-Hexanediol, Simmondsia Chinensis Oil / Jojoba Seed Oil, Caprylyl Glycol, Xanthan Gum, Polysorbate 60, Polyacrylamide, Ci 77492 / Iron Oxides, Glycerin, C13-14 Isoparaffin, Curcuma Longa Extract / Turmeric Root Extract, Ascorbyl Glucoside, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Laureth-7, Eucalyptus Globulus Leaf Oil, Camellia Oleifera Leaf Extract, Mentha Piperita Extract / Peppermint Leaf Extract, Menthol, Epilobium Angustifolium Extract – Epilobium Angustifolium Flower/Leaf/Stem Extract, Aminomethyl Propanol, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Seed Oil

Nah, kalau kita lihat dari ingredient listnya, water adalah bahan paling utama, harusnya ini menunjukkan bahwa sebagian besar kandungannya adalah air, disusul dengan kaolin atau tanah liat yang membantu membersihkan kulit mati dengan cara mengekfoliasi kulit wajah. Berdasarkan analisis CosDNA dari sekian banyak bahan yang digunakan dalam produk ini, hanya ada dua yang memiliki risiko komedogenik (dapat menyebabkan jerawat), yaitu bahan yang ditandai bold, tapi level risikonya kecil kok, jadi kecuali kulit kamu sangat sensitif terhadap jerawat harusnya ga jadi masalah. Untuk Jojoba Oil, selain komedogenik bahan ini juga memiliki nilai potensi iritan (menyebabkan iritasi) sebesar 2 (dari skala 0-5, 5 sangat menyebabkan iritasi). Jadi yang punya kulit sensitif maybe should use this with caution.

What It Claims To Do

Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask ini mengklaim dapat mencerahkan kulit secara instan dan mengembalikan kesehatan kulit wajah secara berkala. Gimana ga penasaran pengen nyobain, klaimnya bikin cerah secara instan dong! Sesuai banget dengan kebutuhan aku saat itu. Selain itu juga mengandung cranberry yang merupakan antioksidan alami dan turmeric untuk anti-inflamasi. And yes, turmeric is kunyit yang suka dipake masak ituh hehe.

How To Use

Seperti clay mask lainnya, Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask ini ya dipakai sebagai wash-off mask. Biasanya aku pakai setelah membersihkan dan mencuci muka, sebelum melakukan rangkaian skincare lainnya. Pakainya 5-10 menit aja, tergantung kebutuhan. Kalau yang kulitnya kering banget mungkin cukup 5 menitan aja. Setelah masker mulai mengeras di wajah, jangan langsung dibilas bersih. Karena ada kandungan biji cranberrynya yang digunakan untuk mild exfoliation, jadi biasanya aku massage dulu di wajah sebelum dibilas bersih. Caranya, basahi jari kemudian usap-usap dengan gerakan memutar untuk melakukan eksfoliasi. Setelah itu, baru dibilas.

Kalau di websitenya sih ada tulisan recommended for daytime use, tapi biasanya aku pakai di malam hari soalnya lebih ga buru-buru kan. Minimal aku pakai seminggu sekali tapi kalau mau pakai seminggu dua kali sepertinya masih aman, I’ve done it several times and there’s no problem.

Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask Review

The Verdict

Now, to the most important part, my impressions of the product. Mulai dari physical appearancenya ya. Overall aku suka packagingnya, simple tapi kelihatan cukup mahal meskipun pas dipegang ternyata dari plastik instead of keramik. That’s alright karena malah jadi ga berat dipegang. Lagian buat apa juga kan packaging bagus-bagus amat, asal produknya oke sih ga masalah.

Untuk teksturnya cukup tebal dan creamy, juga ada campuran biji cranberry sungguhan! Kirain cranberrynya cuma extractnya doang tapi ada biji-bijinya juga. Dan ternyata si biji cranberry inilah yang berfungsi sebagai exfoliatornya. Waktu massage di wajah, awalnya aku hati-hati banget takut biji cranberrynya kasar kaya scrub gitu kan, tapi surpsisingly engga loh. Pantesan bilangnya mild exfoliation. Untung banget, soalnya aku memang kurang suka mechanic exfoliation karena biasanya tekstur produknya terlalu kasar, takut malah ngelukain wajah. Untuk yang sensitif soal bau, ga usah khawatir karena meskipun judulnya kunyit, tapi ga ada bau kunyit yang strong sama sekali. Baunya kaya semacam herbal gitu, typical Kiehl’s lah dan ga ganggu sama sekali kok. Juga ga linger, jadi once rinsed off baunya ga ada sama sekali.

Yang aku suka banget dari Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask ini, begitu diaplikasikan, cepet banget keringnya. Makanya ga perlu lama-lama kan pakenya, karena ga nyampe 5 menit aja udah mulai mengeras kok maskernya. Selain itu, a little goes a long way, jadi bisa irit-irit pakainya. Maklum kan mahal ya hehe. Yang agak PR buat aku sih bilasnya. Bukannya susah, tapi agak ribet karena kadang biji-biji cranberrynya masih suka ketinggalan gitu. Dan harus bener-bener make sure bilasnya sampe bersih. Soalnya kadang kalo abis bilas aku lap pakai tissue, tissuenya jadi agak kuning-kuning gitu. Mungkin karena kunyit ya, kan agak susah hilang tuh biasanya warnanya. But not too big a deal sih menurutku asal bilasnya bersih aja.

Untuk kemampuannya sih oke banget, menurut aku. Klaimnya yang instant brightening? It’s true. Begitu habis bilas muka aku emang langsung keliatan lebih kinclong. Seriusan. Tapi ya ga continuous kinclongnya, sehari dua hari juga udah balik jadi biasa lagi, tapi ga balik kusam lagi, know what I’m saying? Kayanya instant brighteningnya itu ya hasil dari eksfoliasi dari biji cranberry itu. Soalnya aku pernah coba ga pake massage, jadi langsung bilas biasa, kinclongnya ga senendang kalo di-massage dulu. Dan semenjak rajin pake Kiehl’s Turmeric & Cranberry Seed Mask ini masalah kulit aku yang aku sebutin tadi gradually got better. Ga kusam lagi, walau ga glowing banget; dan bruntusannya mulai membaik. Pokoknya ga nyesel sama sekali pakai ini, makanya dari yang awalnya pake trial size aku akhirnya beli yang full size.

In overall, I swear by this product, tiap kulit aku mulai bertingkah, aku langsung maskeran pake ini, lumayan memitigasi potential problems. I might even go as far as putting this product in my holy grail list. Satu-satunya hal yang agak ganggu cuma proses bilasnya aja, sih dan ga terlalu masalah buat aku asal hasilnya tetep ok. So 5 out of 5 stars for this product.

Speaking of polution, menurut kalian sebaiknya aku nulis tentang produk-produk yang oke untuk ngatasin polusi gak ya? Or what should I write next aside from product review? Please let me know in the comment section below 🙂