1 Flares Twitter 0 Facebook 0 Pin It Share 1 Google+ 0 Reddit 0 1 Flares ×

JR Pass Tips

Hello! If you follow my instagram you might have known that I’ve visited Japan recently during the summer. It was fun! Tapi di balik foto jalan-jalan yang happy pasti ada persiapan yang pol-polan (at least in my case, lol). Yah, sebagai type A person, bagian preparation memang bagian yang paling aku enjoy lakuin tiap sebelum traveling. But, there’s always a challenge. Buat aku bagian paling challenging dari persiapan jalan-jalan ke Jepang ini adalah bagian transportasinya, soalnya menurut aku transportasi di Jepang lumayan ribet, ter-ribet kedua setelah Paris (atau akunya yang bego?). Salah satu topic paling sering muncul waktu aku research soal transportasi Jepang adalah JR Pass (Japan Rail Pass). Apa itu JR Pass? Perlu ga sih beli JR Pass? Akan aku bahas satu-satu biar kalian ga bingung juga kaya aku pas preparation, termasuk hitung-hitungan apakah lebih hemat pakai JR Pass berdasarkan pengalamanku. Semoga ga makin bingung ya! Wq!

Apa itu Japan Rail Pass?

JR Pass itu semacam tiket terusan untuk naik transportasi umum yang diprovide sama perusahaan transportasi nasional Jepang (semacam PT. KAI-nya gitu kali ya?). Buat yang udah sering ke luar negeri mungkin akan nanya apakah semacam Oyster Card-nya London atau Octopus-nya Hongkong? Not exactly, karena JR Pass ini bentuknya berupa “surat” gitu dan bukan prepaid card seperti Oyster & Octopus. Jadi ga bisa di-tap di ticket gate-nya gitu. JR Pass ini cuma berlaku untuk turis pemegang visa temporary visitor, jadi warga Jepang ga akan bisa beli JR Pass ini.

Trus gunanya JR Pass apa?

As I said, gunanya adalah untuk naik transportasi umum macem overground train dan bus. Selain itu bisa juga untuk naik shinkansen & Narita Express (train dari dan ke Narita Airport via Tokyo). Tapi, hanya untuk transportasi yang dimiliki oleh si Japan Railways itu tadi. Makanya aku bilang transportasi Jepang itu agak ribet soalnya transportasi disana ada yang di-running pemerintah dan swasta. Bahkan ada satu rail yang share antara pemerintah & swasta, loh. Pusing gak, tuh. But don’t worry I’m here to help.

Intinya, kalo kamu beli JR Pass ini nanti kamu bisa naik transportasi-transportasi umum yang di-manage Japan Railways free of charge.

Apa aja yang di-cover JR Pass?

JR Trains

Semua jalur kereta yang dioperasikan oleh Japan Rail Company, baik yang antar kota maupun dalam kota. Termasuk juga jenis keretanya yaitu, limited express, express, rapid, dan local. Nah, berhubung JR Company ini merupakan perusahaan nasional, maka coverage jalur keretanya sangat luas. Dibagi menjadi 6 bagian seperti foto di bawah ini. Makanya banyak banget yang merekomendasikan untuk beli JR Pass untuk jalan-jalan keliling Jepang. Ini termasuk Narita Express juga, ya.

Source

Shinkansen

Untuk yang pertama kali jalan-jalan ke Jepang kayanya kurang lengkap ya kalo ga nyobain naik bullet train ini. Nah, untungnya Shinkansen juga dicover oleh JR Pass. Jadi kalo punya JR Pass kamu bisa naik Shinkansen kemana aja kecuali, Shinkansen Nozomi dan Mizuho. Jangan tanya kenapa deh, soalnya aku juga gatau hehe. Pokoknya kalo punya JR Pass, naiknya selain dua itu, ya.

Dengan JR Pass kamu juga bebas biaya untuk seat reservation di Shinkansen dan Narita Express. (Iya, reserve tempat duduk bayar lagi, beb. Viva la capitalist! Wq).

JR Bus

Berlaku untuk bus dalam kota yang dioperasikan JR (ga termasuk highway bus).

Selain yang aku sebutkan diatas ga termasuk ya. Jadi kalo mau naik mesti beli tiket lagi terpisah.

Oiya, yang agak tricky itu untuk kereta JR tapi yang melewati jalur non-JR. Contoh aja nih biar gampang, waktu mau ke Odaiba dari Shibuya station aku travel naik JR Yamanote Line ke Tokyo Teleport Station melewati 7 station. Di station keempat, yaitu Osaki Station itu sebenernya jalurnya udah ganti jadi jalurnya private, padahal aku ga pindah train. Jadi trip yang dicover sama JR Pass-nya cuma sampai stasiun Osaki itu aja, sisanya mesti bayar. Bayarnya gimana kalo gak pindah train? Pas mau keluar di Tokyo Teleport Station bayar di gate yang ada petugasnya gitu.

Taunya mana yang JR Line mana yang private gimana, sih?

Cara yang pertama liat dari stasiunnya, biasanya ada tulisannya JR Station gitu. Yang kedua, liat di google map. Jaman sekarang kalo jalan-jalan pasti nyari rute kemana-mana pasti pakai google map kan? Nah, kalo ada simbol JR-nya berarti itu JR Line yang dicover oleh JR Pass.

Note: kalo metro & subway udah pasti ga ada yang JR ya.

Harga JR Pass berapa? Beli dimana?

JR Pass itu ada 3 jenis, ada yang berlaku untuk 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Harganya bisa lihat tabel dibawah nanti dikalikan dengan kurs yen aja.

JR Pass Tip
Source

Oiya itu dibagi dua lagi jadi Ordinary & Green Car. Green Car itu semacam first classnya gitu kali ya. Dari yang aku baca kelebihannya cuma leg room yang lebih luas sama lebih ga crowded aja, sih.

Untuk belinya sebaiknya sebelum ke Jepang karena kalo belinya di Jepang harganya lebih mahal. Nah kalo beli di Indonesia bisa ke travel agent atau via web baik yang lokal maupun internasional. Di traveloka atau klook juga bisa loh. Kalau beli online, nanti ada opsi yang dikirim ke alamat rumah atau pick-up di bandara, tapi kebanyakan sih, di Soetta atau Juanda.

Karena domisili Bali aku pilih beli via travel agent. Dan karena anaknya agak parno aku pilih travel agent resmi yang ditunjuk oleh Japan Railways-nya sendiri, yaitu JTB Travel.

Kalau terpaksa banget mesti beli JR Pass sesudah sampai di Jepang, bisa dibeli di stasiun-stasiun JR yang besar (e.g. Tokyo, Kyoto, Shin-Osaka, etc.,) atau di Bandara Narita, Haneda, dan Kansai. Harganya sesuai tabel di bawah ini:

JR Pass Tips
Source

Cara pakai JR Pass gimana?

Saat beli JR Pass lewat manapun, online maupun offline, yang di dapat itu exchange order jadi belum pass-nya ya. Exchange ordernya itu nanti ditukarkan dengan pass-nya saat sudah sampai di Jepang dan sudah akan digunakan. Untuk penukaran bisa di JR Office yang ada di JR station, Narita International Airport dan Kansai Airport. Saat penukaran wajib menunjukkan paspor, ya. Karena pass-nya hanya di-issue atas nama pemegang paspor yang beli.

Untuk pakainya nanti karena JR Pass-nya berupa “surat” gitu kamu ga bisa lewat automatic ticket gate tapi nanti cari gate yang ada petugasnya. Tinggal ditunjukkin aja trus masuk platform, deh. Aturannya sih saat menunjukkan JR Pass ke petugas gate juga harus menunjukkan paspor untuk ngecek namanya sesuai dengan yang di JR Pass atau engga. Tapi pengalaman aku kemarin, disodorin paspor ga pernah dicek, jadi akhirnya aku ga pernah nunjukin paspor lagi. Soalnya parno juga kan kalo bolak-balik ngeluarin paspor terus. Just in case, siapin paspor aja di tas jadi kalo pas ditanya aja keluarin paspornya biar ga hilang.

Untuk yang mau reserve seat (saat naik Shinkansen & Narita Express) bisa dilakukan di JR Office yang pasti ada di tiap JR Station. Sebenernya seat reservation ini gak mandatory untuk naik shinkansen, kalo gak salah biasanya gerbong 1-5 memang disiapkan untuk yang non-reservation. Tapi kalo travel-nya pas peak season aku saranin sih, reserve seat aja ya takutnya penuh dan mesti berdiri atau lesehan di gerbong. Kalo untuk yang jarak pendek macam Kyoto – Osaka sih gapapa, ya tapi kalo dari ujung ke ujung gempor juga kalo gak duduk. Biaya tambahan untuk seat reservation juga di-cover kok oleh JR Pass, jadi kalo beli JR Pass manfaatkanlah semaksimal mungkin, pake untuk reserve seat juga.

Beda dengan shinkansen yang ga perlu reserve seat, untuk naik Narita Express (NEX) wajib hukumnya untuk reserve seat. Reserve seat-nya NEX di-cover juga kok oleh JR Pass. Kalau tanpa JR Pass untuk reserve seat mesti bayar kalo ga salah 1,320 Yen untuk rute Narita – Tokyo Station.

Pakai JR Pass lebih hemat gak?

JR Pass Tips

Masuk ke bagian yang menurut aku paling penting. Bener gak sih kalo beli JR Pass jadi lebih hemat? Soalnya kalo lihat harganya kan lumayan tuh, kalo dirupiahin sekitar 3,7 juta. Worth it gak? Perlu gak? Jawabannya tergantung. Tergantung apa aja?

1.Tergantung lamanya trip

Validity tercepat JR Pass adalah 7 hari, jadi kalo trip kamu kurang dari itu sih ga perlu, ya. Kecuali selama trip kamu beda hari beda kota, even so masih belum tentu butuh juga according to the second point.

2. Tergantung lokasi

Kalo kamu ke jepangnya cuma di satu kota aja sih ga worth it kalo beli JR Pass. Mending beli city pass di kota masing-masing yang relatif lebih worth it (e.g. Tokyo Wide Pass, Osaka Amazing Pass, Kyoto One Pass, etc.)

3. Tergantung gaya traveling

Tergantung gaya traveling tuh maksudnya pengen traveling cepat & nyaman atau mau yang hemat & gapapa spare waktu banyak di jalan. Kalo yang kedua, kamu bisa aja pilih cheaper alternative seperti sleeper bus untuk berpindah-pindah kota. Ada beberapa teman & keluarga aku yang ke beberapa kota dan ga beli JR Pass karena milih untuk naik sleeper bus.

4. Tergantung rute

Walaupun kamu pergi ke beberapa kota, tetep belum tentu perlu beli JR Pass juga tapi tergantung sama rutenya. Misalnya nih, kemarin aku landing di Narita Tokyo trus dari Tokyo ke Kyoto, dari Kyoto ke Osaka, dan dari Osaka balik lagi ke Tokyo. Berdasarkan hitung-hitungan aku sebelum berangkat karena jarak Tokyo-Kyoto dan Osaka-Tokyo lumayan jauh (2,5 jam dengan Shinkansen, yang mana harganya lumayan) akhirnya aku putusin untuk beli JR Pass. Beda cerita kalo misalnya kemarin flight pulangnya aku via Kansai International Airport, kemungkinan besar aku ga akan beli JR Pass karena hitung-hitungannya ga worth it.

Nah sekarang gimana caranya ngitung worth it atau enggaknya berdasarkan rute? Lucky us hidup di jaman teknologi yang super modern ini yah (lebay huhu) karena sekarang ada online calculatornya disini. Sayangnya calculator ini ga memperhitungkan biaya transport dalam kota yang tercover oleh JR Pass juga tapi menurut aku tetep oke banget untuk hitung-hitungan sebelum berangkat.

Tampilannya kira-kira kaya gini:

JR Pass Tip

Kalo tulisannya close call, I’d advise to buy the pass since it hasn’t take into account intercity travel as mentioned above.

Untuk yang masih galau beli atau engga bisa juga kalau mau refer ke hitung-hitungan aku yang beneran. Jadi di hitung-hitungan ini udah aku masukin juga tiket-tiket dalam kota sesuai tempat-tempat yang aku kunjungin di kota itu (I’m writing a full post on my itinerary, so please stay tuned). Biar lebih bisa ngebayangin kaya apa kira-kira hitung-hitungan worth it atau engganya beli JR Pass.

JR Pass Tips

As you can see, dengan beli JR Pass kemarin aku saving 6,270 Yen atau sekitar 800 ribuan. Lumayan kan buat jajan di Don Quijote lol.

Kalau mau ambi dan sebelum berangkat sudah punya itinerary yang fix, bisa juga pakai Hyperdia untuk ngecek fare transportasi dalam kota jadi bisa punya hitung-hitungan yang mendekati actual. Tapi kalo mager cukup pake calculator tadi aja.


That’s all I could write about JR Pass. Semoga membantu dan ga bikin tambah bingung. Kalau ada info yang kurang pas, missing information, atau mau tanya-tanya kindly hit me up in the comment section below or send me DMs via instagram @dee.prmyn. I’ll be more than happy to help 🙂 Selamat jalan-jalan!

1 Flares Twitter 0 Facebook 0 Pin It Share 1 Google+ 0 Reddit 0 1 Flares ×